Workshop Monitoring dan Evaluasi Partisipasi

Latar Belakang:

GEF SGP Indonesia sudah memasuki 18 tahun berjalannya program. Dianggap di banyak negara sebagai negara yang matang dan siap untuk “Naik Kelas”. Lebih dari 4juta USD dengan 300 kegiatan sudah dilakukan di beberapa wilayah yang tersebar di Indonesia. Beberapa pendekatan pengembangan proposal dijajaki guna menemukan konsep proposal ideal yang dapat menjawab kebutuhan GEF SGP dan menghadapi ancaman di masyarakat. Dua focal area, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim menjadi prioritas utama selama 4 tahun belakangan ini. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa kegiatan mencerminkan adanya irisan antar beberapa focal area. irisan antara keanekaragaman hayati dan perubahan iklim, antara keanekaragaman hayati dan lahan kritis, dll. Pergolakan masyarakat dalam mengembangkan potensi untuk menghadapi ancamannya menjadi fokus perhatian GEF SGP saat ini. Kekreatifan masyarakat, LSM, dan KSM sangatlah diperlukan untuk menghasilkan kegiatan yang berkesinambungan, terukur dan mendatangkan perubahan (entah itu perubahan kecil atau pun besar dalam perilaku masyarakat). Keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan menjadi titik tolak utama keberhasilan sebuah kegiatan. Tetapi apakah benar masyarakat menjadi titik tolak utama? Apakah benar perencanaan yang benar dan matang berakhir dengan kesempurnaan dalam kegiatan? Bagaimanakah mengukur, memonitoring dan mengevaluasi kekreatifan tersebut? Bagaimana melibatkan semua stakeholder dalam monitoring dan evaluasi sehingga setiap kegiatan menjadi milik bersama dan bukan milik segelintir pengagas saja.

Pertanyaan-pertanyaan mendasar tersebut yang kemudian mendasari sekretariat nasional GEF SGP Indonesia untuk melakukan suatu pertemuan mitra mengenai monitoring evaluasi partisipasi dalam mengukur keberhasilan suatu kegiatan. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan pelajaran penting dari proses evaluasi dan monitoringg yang sudah sterjadi dari masyarakat, KSM, LSM yang terlibat selama kegiatan berlangsung, membandingkan keadaan sebelum dan sesudah kegiatan. Sehingga pada akhirnya, sekretariat GEF SGP dan beberapa mitra yang terlibat dalam pertemuan tersebut dapat menjawab beberapa pertanyaan mengenai monitoring dan evaluasi partisipasi. Dan membuat skema atau mekanisme pelaporan kegiatan yang merefleksikan proses pelaksanaan kegiatan serta pelibatan setiap stakeholder.

Sehubungan dengan berakhirnya juga Phase-4 GEF SGP Indonesia di bulan Juni 2010 maka dirasakan perlu melakukan proses monitoring dan evaluasi secara partisipasi antar kelompok pelaksana dengan masyarakat dampingannya, antar kelompok pelaksana, masyarakat dampingan dengan GEF SGP Indonesia, dan antara sesama kelompok pelaksana. Oleh karena itu, sekretariat GEF SGP mengundang 7 mitra terpilih yang mewakili dari beberapa ekosistem dan pendekatan, untuk berbagi cerita dan pengalaman dalam melakukan proses-proses monitoring dan evaluasi secara partisipasi, yaitu:

1.     Mantasa

2.     Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali

3.     Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup

4.     Combine Resource Institute

5.     Koperasi Ciwaluh

6.     Yayasan Pusaka

7.     Yayasan Bima Lestari Sejahtera

Tujuan:

1. Belajar dari mitra dan masyarakat model monitoring evaluasi partisipasi berbasis komunitas.

2. Menemukan pendekatan yang tepat untuk melakukan monitoring dan evaluasi

Output:

1. Laporan kegiatan dari setiap mitra yang terlibat dalam pertemuan

2. Format Laporan Kegiatan

Tanggal:

Sabtu 19 Februari – Senin 21 Februari 2011

Lokasi:

Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC)

Desa Petungsewu, Kec. Dau, Kab. Malang

Telp: +62 341 704 0564 / +62 341 462 969