Wotlemah
Kompas, Kamis, 1 April 2010 | 04:22 WIB
Karena tidak mencukupi untuk pengembangan industri rumah, pada tahun 1999 warga Seloliman berencana menaikkan daya pembangkit listrik tenaga mikrohidro menjadi 25 kWh. Pada tahun itu juga mulai dirasakan pendekatan. Sebelumnya, masyarakat hanya pengguna dan PPLH yang mengelola, termasuk menanggung seluruh kerusakan. Hal itu dianggap tidak mendidik rakyat untuk mandiri.
Program Bantuan Hibah Kecil Dana Lingkungan Global (GEF-SGP), kemudian digunakan untuk menambah daya, sekaligus mengubah bentuk pengelolaan menjadi paguyuban, Paguyuban Kalimaron (PKM) dan mulai menjual sisa listrik ke PLN.
Itu berarti rakyat dilatih manajemen air, pemeliharaan alat, menghitung energi yang disalurkan serta biaya yang diperlukan karena mikrohidro dikelola swadaya. Kalau energi listrik sudah dialirkan dari rumah ke rumah, kegiatan ekonomi bisa dikembangkan.
”Rata-rata per bulan dapat Rp 5,5 juta- Rp 6 jutaan yang sangat penting untuk operasional PLTMH, dana konservasi, membantu infrastruktur dusun, membeli bibit pohon di daerah aliran sungai, dan upaya-upaya meningkatkan pendapatan warga dusun. Semua dikelola paguyuban,” jelas Suroso.
Jembatan di Dusun Janjing itu adalah salah satu sumbangannya. ”Sekarang anak-anak tidak harus menyeberang sungai karena sudah ada jembatan,” ujar Ma’sum, ”Kalau dulu musim banjir kami tidak bisa ke mana-mana, sekarang lebih leluasa.”
PKM juga memberi bantuan sapi tiga ekor kepada warga Desa Janjing yang sudah berkembang menjadi lima ekor. ”Sistemnya bagi hasil, 50 persen untuk PKM, 50 persen untuk warga Dusun Janjing. PKM memanfaatkan uang itu untuk membantu dusun lain lagi dengan pola sama,” sambung Suroso.
Karena kebutuhan listrik terus meningkat, PKM memaksimalkan pemanfaatan aliran air yang sudah digunakan oleh PLTMH Kalimaron dengan membangun PLTMH Wotlemah di Dusun Biting, yang kontur tanahnya sangat memungkinkan replikasi ini dan letaknya hanya sekitar 200 meter dari PLTMH Kalimaron. Pendanaan datang dari berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat. (MH)
(http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/01/04220597/wotlemah)












