PSPSDM Sosialisasikan Pelestarian Tanaman Endemik
Dikutip dari Lombok Post, 21 Januari 2010
MATARAM – Pusat Studi dan Pengembangan Sumber Daya Alam (PSPSDM) 20 Januari kemarin menyelenggarakan workshop di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Lombok Utara. Workshop terkait sosialisasi pelaksanaan proyek pelestarian tanaman endemik NTB, Klicung (Dyospyros Malabarica; dan Dyospyros mcrophylla) dan Sawo Kecik (Manikara kaoki samawaensis).
Pelestarian tanaman endemik NTB ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal di Dusun Nipah dan Dusun Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, KLU.
Workshop yang dibuka Sekretaris Bappeda, Nurtha Darma Sucaka, juga dimaksudkan untuk sosialisasi dan koordinasi program dengan dinas terkait di tingkap kabupaten, kecamatan, dan desa.
Dalam presentasinya, Direktur PSPSDM Nur Akhmad Yani menyatakan, selain untuk melestarikan tanaman endemik, proyek ini juga bertujuan merehabilitasi lahan kritis, mengembangkan hutan rakyat, dan meningkatkan ketahanan pangan.
Proyek pelestarian alam yang dilaksanakan PSPSDM ini adalah gerakan sosial yang dibiayai dana hibah Global Environment Facility SGP – UNDP.
Aktivitas pokoknya, promosi kegiatan terasering dan budidaya lorong. Selain tanaman endmeik, tanaman kehutanan lain yang dikembangkan adalah sengon, mahoni, jati dan gaharu. “Bibit yang ditanam sebanyak 11.400 anakan diluar pembibitan swadaya dua kelompok tani dampingan PSPSDM,” jelasnya.
Sedangkan untuk tanamanpangan dan MPTS yang ditanam diantara teras, diharapkan menjadi bagian swadaya petani. “Mereka akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan intensif untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelembagaan kelompok, termasuk revolving fund berupa ternak sapi.”, jelasnya.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya PSPSDM mendukung tahun 2010 sebagia tahun keanekaragaman hayati internasional yang telah dicanangkan PBB. Sekaligus upaya menyukseskan gerakan Departemen Kehutanan untuk one man one tree.












