Keanekaragaman Hayati

Project meliputi kegiatan yang mendukung atau mendorong konservasi dan pemanfaatan serta pengelolaan keanekaragaman hayati berkelanjutan dalam sebuah eksosistem (termasuk didalamnya adalah system agrobiodiversitas dan agroecologis)

Program operasional ini terbatas pada kegiatan konservasi in situ dan konservasi terhadap berbagai genus spesies liar dan terdomestikasi.

Project yang diusulkan harus berada dalam wilayah yang memiliki signifikansi dalam keanekaragaman hayati global

Pertanyaan penting yang dapat membantu merumuskan proposal kegiatan adalah :

  1. Apakah ekosistem atau spesies yang terdapat pada wilayah tersebut menghadapi ancaman lingkungan ?
  2. Apakah wilayah tersebut merupakan wilayah “hot spot(wilayah terancam yang memiliki konsentrasi spesies khas pada wilayah keseluruhan) ?
  3. Apakah di wilayah tersebut terdapat spesies endemic ?
  4. Apakah wilayah project kaya akan spesies, baik flora maupun fauna ?
  5. Apakah wilayah tersebut berada dalam lingkup perjanjian, konvensi, atau hokum internasional ?

Project yang diimplementasikan berdasarkan program operasional Keanekaragaman Hayati adalah :

  • OP 1 : Ekosistem Lahan Kering dan Semi-Kering (Arid and Semi-Arid Ecosystem)
  • OP 2 : Ekosistem Pesisir, Kelauatan dan Air Tawar
  • OP 3 : Ekosistem Hutan
  • OP 4 : Ekosistem Gunung
  • OP 13 : Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan terhadap Keanekaragaman Biologis penting bagi Pertanian