Bahan Pencemar Organik yang Persisten

POPs – Bahan Pencemar Organik yang Persisten

POPs merupakan senyawa stabil yang tersirkulasi secara global melalui proses evaporasi dan deposit berulang, dan dibawa melalui atmosfer dan lautan menuju wilayah-wilayah yang jauh dari asalnya. Senyawa tersebut terakumulasi pada jaringan tisu organisme  hidup, yang menyerap POPs melalui makanan, air, dan udara. Efek yang ditimbulkan dari POPs ini meliputi cacat lahir, kanker, dan tidak berfungsinya system imunitas dan reproduksi. POPs juga menjadi ancaman yang besar bagi keanekaragaman hayati, bahkan dapat menjadi sebab terjadinya kekacauan pada tingkat ekosistem.

SGP dan POPs

Konvensi Stockholm tentang Bahan Pencemar Organik Yang Persisten menyebutkan GEF sebagai mekanisme pendanaan sementara setelah isu ini diadopsi pada Mei 2001. Dengan semakin dikuatkannya konvensi tersebut, Sidang GEF menyetujui POPs sebagai focal area baru pada Oktober 2002. SGP sebagai sebuah program korporat GEF, yang diimplementasikan oleh UNDP atas nama seluruh lembaga implementasi GEF dan dijalankan oleh UNOPS, sejak saat itu telah mendukung proyek-proyek POPs di seluruh dengan jumlah yang semakin meningkat. GEF SGP mendanai LSM dan Organisasi Masyarakat sejalan dengan pengakutan penting pada Konvesi Stockholm yang menyebutkan bahwa LSM merupakan media efektif dalam mengurangi dan mengeliminasi POPs.

Strategi SGP Dalam Menurunkan dan Mengeliminasi POPs, menuntun Contry Programmes (Program Negara) dan Proyek Strategis (Strategic Projects) multi negara dalam pengembangan dan implementasi proyek agar lebih dapat menjangkau dan melayani komunitas, serta memiliki dampak lingkungan global. National Implementation Plans for the Stockholm Convention (Rencana Implementasi Nasional untuk Konvesi Stockholm) akan membentuk dasar bagi prioritas negara kedepannya yang timbul dari NIPs. Sejak saat NIPs diajukan sebagai kerangka kerja bagi negara untuk mengembangkan dan mengimplementasikan proyek POPs secara sistematis dan partisipatif, prioritas kebijakan, reformasi regulatoris, peningkatan kapasitas, dan program investasi dari GEF SGP Country Programmes, para mitra mereka (khususnya kelompok kesehatan perempuan dan anak) mencoba untuk menjadi bagian diskusi, pengembangan dan implementasi seputar NIPs.

Kelayakan Negara

SGP Country Programme dapat mendukung proyek pengurangan dan eliminasi POPs hanya jika negara tersebut telah meratifikasi Konvensi Stockholm. Hingga Maret 2005, negara-negara berikut telah layak menerima dana bantuan bagi proyek POPs :

Albania, Antigua dan Barbuda, Argentina, Barbados, Belarus, Benin, Bolivia, Botswana, Brazil, Bulgaria, Burkina Faso, Chad, Chile, Cook Islands, Cote d’Ivoire, Dominika, Ekuador, Mesir, Ethiopia, Fiji, Ghana, Honduras, India, Iran, Yordania, Libanon, Macedonia, Madagaskar, Mali, Mauritania, Mauritius, Meksiko, Negara Federasi Mikronesia, Maroko, Mozambique, Namibia, Nikaragua, Nigeria, Panama, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rumania, Rwanda, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan The Grenadines, Samoa, Senegal, Afrika Selatan, Sri Lanka, Syria, Tanzania, Thailand, Trinidad dan Tobago, Tunisia, Uganda, Uruguay, Viet Nam, Yaman.

Project yang diimplementasikan berdasarkan program operasional Perairan Internasional adalah

* OP 14 : Elemen Draft Program Operasional Untuk Mengurangi dan Mengeliminasi Pengeluaran Bahan Pencemar Organik Yang Persisten (Draft Elements of an Operational Program for Reducing and Eliminating Releases of Persistent Organic Pollutants)